Marah itu bagaikan api yang tersembunyi di dalam hati seperti bara di bawah abu yang muncul bila di tiup .Barangkali ia termasuk api yang dari itu 
setan diciptakan.
   
 A. Keburukan marah
  Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa seorang laki-laki berkata "Ya Rasulullah ,suruhlah aku mengerjakan satu amal dan aku lakukan sedikit ."Beliau berkata ; "Jangan marah .kemudian orang itu berkata lagi.Maka Nabi Saw berkata,"jangan marah."
Dari Ibnu Mas'ud ,Nabi Saw bersabda ;                            "Apakah orang kuat itu menurut kalian ?"Kami menjawab ;"Orang yang tidak dapat di jatuhkan oleh orang lain di waktu bergulat,"Nabi Saw bersabda ;"Bukan begitu,tetapi orang yang menguasai dirinya di waktu marah."
        Nabi saw bersabda ;"Tidaklah seseorang marah,melainkan ia mendekati jahanam.
 B. HAKIKAT MARAH                                 Manusia itu di beri sifat marah untuk membela diri.Ia adalah kekuatan yang di timbul dari batinya .Allah menciptakannya didalam batin manusia.Apabila timbul reaksi keras terhadap lawanya,api amarah menyala dan bergejolak sehingga darah di jantung mendidih dan tersebar di urat-urat dan naik ke atas badan seperti naiknya api atau air yang mendidih.Apabila tertuang pada kulit ,maka ia pun menjadi merah .Apabila marah itu tertuju kepada orang yang dibawahnya dan orang itu merasa takut,Maka darahnya menyempit menjadi kesesihan serta menjadi kuning warnanya.Apabila marah itu tertuju kepada orang yang seimbang denganya ,maka sekali waktu darah itu menyempit dan sekali waktu mengembang sehingga terkadang menjadi kuning dan terkadang menjadi merah .Ringkasnya tempat marah adalah jantung .Artinya darah jantung mendidih untuk menuntut balas
    Manusia mempunyai 3 derajat di waktu marah
     Pertama,kurang ,yaitu hilangnya kekuatan ini atau kelemahannya.Itulah ketiadaan harga diri dan ini tercela.Itulah yang di maksud dengan perkataan Asy-Syafi'i : "Barangsiapa yang di bangkitkan kemarahannya ,sedang ia tidak marah,maka ia adalah keledai.Yang dituntut darinya adalah bersikap Itidal(wajar,ini adalah derajat yang kedua),yaitu sifat yang di gambarkan Allah Ta'ala pada para sahabat Nabi Radhiyallahu 'anhum.
    "Bersikap keras terhadap orang-orang kafir saling menyayangi di antara sesama mereka."(QS ; Al -Fath-29}
       Ketiga adalah berlebih-lebihan yaitu melampaui batas sehingga mengalahkan pelakunya dan berakibat tidak dapat di kendalikan akal maupun petunjuk syara'.Maka ,dengan itu lahirnya terlihat berubah dan menjadi buruk ,sedangkan batinya lebih buruk.
     Diriwayatkan bahwa Aisyah ra.pernah marah .maka .Nabi Saw berkata."Telah datang setanmu."Aisyah beekata ."Apakah bagimu juga ada setan?"Nabi saw .menjawab ."ya.tetapi aku berdoa kepada Allah agar Allah menolongku untuk melawanya sehingga aku selamat.Maka.ia tidak menyuruh.kecuali dengan kebaikan.
   Ali ra.berkata ."Nabi Saw tidak marah karena urusan duniawi."Apabila beliau marah karena urusan duniawi."Apabila beliau marah karena membela kebenaran.tidak seorang pun mengenalnya.Tidak ada yang dapat menghentikan kemarahannya hingga beliau menenangkannya.
    (Sumber artikel Ihya Ulumuddin .karya Imam al-Ghazali)